KLIK24.NEWS Aceh — PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah pulih sepenuhnya pascabencana. Pemulihan ini ditandai dengan beroperasinya seluruh 20 Gardu Induk (GI) di Aceh, sehingga sistem kelistrikan utama kembali normal dan stabil.
Pulihnya sistem kelistrikan Aceh tidak terlepas dari keberhasilan PLN melakukan penormalan menyeluruh pada sisi pembangkit dan transmisi. Salah satu tonggak penting pemulihan adalah kembali beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya, yang memastikan pasokan listrik dapat disalurkan secara optimal ke seluruh GI di Aceh.
Dengan sistem utama yang telah pulih, PLN kini memfokuskan upaya pada percepatan pemulihan jaringan distribusi listrik hingga ke masyarakat, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis menantang dan akses yang masih terbatas akibat dampak bencana.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa pemulihan kelistrikan Aceh dilakukan sesuai arahan Pemerintah, dengan terus mengedepankan kolaborasi lintas pihak.
“Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto dan arahan langsung Bapak Menteri ESDM, PLN terus mempercepat pemulihan kelistrikan pascabencana. Alhamdulillah, kini sistem kelistrikan Aceh telah pulih. Seluruh gardu induk beroperasi normal, didukung pembangkit dan transmisi yang kembali berfungsi. Ini menjadi fondasi penting agar pasokan listrik ke masyarakat dapat berjalan stabil,” ujar Darmawan.
Sebelumnya, PLN juga berhasil mengoperasikan kembali PLTU Nagan Raya dengan dukungan cadangan sistem yang memadai untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Aceh. Beroperasinya pembangkit ini turut mengoptimalkan jalur transmisi Nagan–Sigli sebagai bagian penting dari sistem kelistrikan Aceh.
BACA JUGA : Direksi PLN Turun ke Lokasi Banjir, Percepat Pemulihan Rumah Sakit dan Tempat Ibadah di Aceh
Tak hanya itu, PLN telah memulihkan jaringan transmisi Arun–Bireuen serta Pangkalan Brandan–Langsa yang merupakan backbone interkoneksi Sumatra–Aceh dan sempat terputus akibat banjir serta tanah longsor.
Dengan seluruh GI telah beroperasi normal, penyaluran listrik ke jaringan distribusi kini dilakukan secara bertahap dan dengan kehati-hatian tinggi, terutama di wilayah yang masih terdampak genangan air dan lumpur.
Darmawan menegaskan bahwa aspek keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemulihan.
“Kami memastikan penormalan distribusi dilakukan secara bertahap dan aman, khususnya di wilayah yang masih terdapat genangan air atau lumpur, agar masyarakat dapat kembali menikmati listrik dengan nyaman dan selamat,” jelasnya.
PLN berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Aceh hingga seluruh pelanggan kembali menikmati pasokan listrik secara normal, sekaligus memantau keandalan sistem secara berkelanjutan.
“Bagi pelanggan yang listriknya belum menyala, kami terus berkoordinasi di lapangan dan memastikan instalasi pelanggan benar-benar aman sebelum pasokan listrik kembali disalurkan,” tutup Darmawan.
Dengan pulihnya sistem kelistrikan Aceh dan beroperasinya seluruh gardu induk secara normal, diharapkan aktivitas ekonomi, layanan publik, serta kehidupan sosial masyarakat dapat kembali bergerak dan pulih secara bertahap.***



.
















