KLIK24.NEWS Nuhon — Sinergi antara PT PLN (Persero) dan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali menghadirkan terang bagi masyarakat prasejahtera. Sebanyak 330 rumah tangga tidak mampu di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kini resmi menikmati akses listrik mandiri melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025.
Peresmian penyalaan perdana BPBL dilakukan langsung oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Ir. H. Beniyanto Tamoreka, ST, SH., MM, bersama PLN pada Senin (29/12). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Komisi XII DPR RI, dan PLN, sebagai bagian dari inisiatif strategis nasional bertajuk “Merdeka dari Kegelapan”.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan daerah, di antaranya Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banggai Irwanto Kulap SP, Anggota DPRD Kabupaten Banggai Sudan Latjeno, Kepala Desa Tomeang Andika Kulap, S.Si, serta jajaran manajemen PLN UP3 Luwuk.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa program BPBL merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“PLN berkomitmen memastikan setiap rupiah bantuan pemerintah benar-benar sampai dalam bentuk cahaya di rumah masyarakat. Program BPBL bukan sekadar penyambungan listrik, tetapi menyalakan harapan agar warga prasejahtera memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, dan ekonomi,” ujar Usman.
Senada, Ir. H. Beniyanto Tamoreka menyampaikan bahwa BPBL memberikan paket bantuan secara menyeluruh, mulai dari pemasangan instalasi listrik, Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan, hingga token listrik perdana.
“Ini adalah bukti kehadiran negara melalui Asta Cita Bapak Presiden dalam mewujudkan pemerataan akses energi. Kami terus mendorong agar sekitar 2.400 sambungan listrik gratis dapat direalisasikan di Sulawesi Tengah demi menunjang aktivitas sosial dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan,” tegas Beniyanto di sela penyalaan simbolis.
Kebahagiaan pun dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Ibu Lis Saera (73), warga Desa Tomeang, mengaku terharu karena akhirnya dapat menikmati listrik di rumahnya.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Menteri ESDM Pak Bahlil, dan PLN. Alhamdulillah, rumah kami sekarang sudah terang,” ucapnya dengan penuh syukur.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, memastikan kesiapan PLN dalam mengawal pelaksanaan teknis di lapangan demi mendorong rasio elektrifikasi hingga 100 persen. Ia menjelaskan bahwa 330 titik BPBL 2025 di Kabupaten Banggai tersebar di 10 kecamatan, yakni Pagimana (50), Bualemo (49), Batui (47), Masama (44), Bunta (38), Kintom (37), Nambo (35), Nuhon (16), Luwuk Selatan (9), dan Luwuk Timur (5).
Melalui Program BPBL, negara menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tidak lagi tertinggal dalam menikmati energi listrik, sebagai fondasi penting menuju kemandirian ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.***



.
.














