KLIK24.NEWS Kotamobagu — Insiden pengendalian kebakaran yang terjadi di Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada Jumat malam, 2 Januari 2026, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Dalam peristiwa tersebut, personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kotamobagu yang datang memberikan bantuan lintas wilayah justru menghadapi cacian, penghambatan, hingga aksi pelemparan dari sejumlah oknum warga di lokasi kejadian.
Meski berada dalam situasi tidak kondusif dan berisiko terhadap keselamatan, personel Damkar Kota Kotamobagu tetap bertahan menjalankan tugas kemanusiaan setelah menerima informasi bahwa masih terdapat korban yang belum berhasil diselamatkan.
Menyikapi insiden tersebut, Bupati Bolaang Mongondow Timur Oskar Manoppo, S.E., M.Si. menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman tegas terhadap tindakan oknum yang menghambat dan menyerang petugas pemadam kebakaran.
Bupati menegaskan bahwa tindakan berupa cacian, intimidasi, penghambatan, hingga pelemparan terhadap petugas Damkar merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
BACA JUGA : Gebyar Awal Tahun 2026, PLN Tebar Diskon 50 Persen Tambah Daya Lewat PLN Mobile
Ia juga menekankan bahwa selama ini kerja sama dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Pemerintah Kota Kotamobagu telah terjalin dengan sangat baik, khususnya dalam penanganan kebakaran dan situasi darurat lainnya.
Menurut Bupati, wilayah Kecamatan Modayag Bersatu dan Kecamatan Mooat kerap membutuhkan dukungan lintas daerah, termasuk bantuan armada dan personel Damkar dari Kota Kotamobagu.
“Kerja sama ini sudah terbangun sejak lama. Dalam banyak kejadian kebakaran, kami sangat terbantu dengan kehadiran Damkar Kota Kotamobagu. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memberikan rasa aman dan perlindungan kepada setiap petugas yang datang membantu,” tegasnya.
Dalam pertemuan klarifikasi yang digelar, personel Damkar Kota Kotamobagu menjelaskan bahwa setelah menerima laporan kebakaran, mereka langsung bergerak menuju lokasi di Kecamatan Modayag.
Namun setibanya di lokasi, petugas disambut dengan teriakan dan cacian dari sebagian warga yang menilai kedatangan Damkar terlambat. Petugas berupaya menenangkan situasi dan menjelaskan bahwa kehadiran mereka semata-mata untuk membantu pemadaman.
Situasi kemudian semakin memanas ketika sejumlah warga merebut nosel selang pemadam, yang berpotensi membahayakan keselamatan dan memperlambat proses pengendalian api. Petugas berulang kali mengimbau agar warga tidak menghambat penanganan kebakaran.
Dalam kondisi tersebut, terjadi aksi pelemparan terhadap personel dan armada Damkar. Kendati demikian, petugas tetap bertahan di lokasi setelah mengetahui masih ada korban yang belum berhasil diselamatkan.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Bolaang Mongondow Timur menugaskan Camat Modayag Reinnold Rakinaung, bersama Sangadi Modayag dan Sekretaris Desa Modayag, untuk menemui langsung jajaran Damkar Kota Kotamobagu.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah kecamatan dan desa menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas nama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat.
Mereka juga menyatakan komitmen untuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam aksi penghambatan dan pelemparan guna dilakukan pembinaan dan edukasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Menanggapi sikap tegas Bupati Boltim dan langkah cepat pemerintah setempat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, S.STP., M.E., menyampaikan apresiasi.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bolaang Mongondow Timur atas perhatian dan ketegasan yang diberikan kepada personel Damkar Kota Kotamobagu.
“Perhatian dan sikap tegas Bupati Boltim menjadi penguat moral bagi personel kami. Ini membangkitkan semangat pengabdian untuk terus menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, termasuk di luar wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa permohonan maaf yang disampaikan telah diterima dengan baik dan disikapi secara positif oleh seluruh personel.
“Alhamdulillah, persoalan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan dan bermartabat. Kita sepakat menjadikan insiden ini sebagai pembelajaran bersama,” katanya.
Menurutnya, hasil pertemuan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Wali Kota Kotamobagu, dr. Wenny Gaib, dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy V. Mangkat, S.H., M.H.
“Yang sudah terjadi kita jadikan pelajaran. Mari kita perkuat sinergi lintas daerah demi pelayanan kemanusiaan yang lebih baik ke depan,” tutupnya.***



.
















