KLIK24.NEWS Bolaang Mongondow Timur — Kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi penerus bangsa kembali ditunjukkan oleh TNI Angkatan Darat. Koramil 1303-03/Modayag menggelar Bakti Sosial Peduli Kasih Atasi Stunting melalui Gerakan Orangtua Asuh Stunting di Desa Bangunan Wuwuk, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WITA tersebut merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam mendukung upaya pencegahan stunting sejak usia dini. Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Pelaksanaan bakti sosial mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya sebagai pelaksana tugas, tetapi juga sebagai mitra dan sahabat masyarakat dalam menghadapi persoalan kesehatan, khususnya stunting yang masih menjadi perhatian bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Ranting 4 Koramil 1303-03/Modayag Ny. Maria Janssen Neang, perwakilan Kepala Puskesmas Modayag Barat Ibu Novie, SKM, Sangadi Desa Bangunan Wuwuk Timur Ibu Diane Rumengan, S.Pd, Babinsa Serka Frans Pangau, serta ibu-ibu Persit Koramil 1303-03/Modayag.
BACA JUGA : PPS Tinggal Hitungan Hari, KPP Kotamobagu Sambangi WP Bolmut
Dalam keterangannya, Ketua Ranting 4 Koramil 1303-03/Modayag Ny. Maria Janssen Neang menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan memperhatikan asupan gizi anak sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para orang tua semakin peduli terhadap pola makan dan kesehatan anak. Anak yang sehat adalah pondasi utama bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Melalui kegiatan Bakti Sosial Peduli Kasih ini, TNI bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat memberikan edukasi terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu dan anak sebagai langkah konkret pencegahan stunting sejak dini.
Koramil 1303-03/Modayag menegaskan bahwa upaya penanggulangan stunting tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan tersebut, diharapkan dapat terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan mampu menjadi tulang punggung pembangunan di masa depan.***



.
.














