KLIK24.NEWS Aceh — Pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang melalui pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). PT PLN (Persero) turut berperan aktif dalam upaya tersebut dengan memastikan kesiapan infrastruktur serta penyambungan listrik untuk seluruh unit hunian dan fasilitas umum (fasum) yang telah dibangun.
Dukungan kelistrikan ini menjadi bagian dari sinergi lintas kementerian, Danantara Indonesia, BUMN, serta Pemerintah Daerah dalam menghadirkan prasarana dasar yang layak bagi masyarakat terdampak bencana. Hingga saat ini, progres pembangunan Huntara menunjukkan hasil signifikan, dengan 600 unit hunian ditargetkan diserahkan kepada Pemerintah Daerah pada 8 Januari 2026 untuk segera ditempati warga.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi percepatan pembangunan Huntara yang dinilai berjalan efektif berkat kolaborasi seluruh pihak.
“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian. Semua pihak telah bekerja dengan gemilang dan cepat,” ujar Presiden Prabowo.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pembangunan Huntara merupakan bagian dari agenda pemulihan nasional yang lebih luas. Dalam tiga bulan ke depan, Danantara menargetkan pembangunan 15.000 unit Huntara yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Capaian pembangunan Huntara di Aceh Tamiang hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak. BUMN bekerja cepat di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, demi memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelas Rosan.
Ia menambahkan bahwa Huntara bukan sekadar solusi hunian sementara, melainkan jembatan penting menuju hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA : Forkopimda Kotamobagu Patroli Gabungan, Pastikan Malam Tahun Baru 2026 Aman dan Kondusif
“Huntara ini menjadi fondasi awal pemulihan. Karena itu, kualitas, keberlanjutan, dan dukungan infrastruktur dasar tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Selain konstruksi bangunan, ketersediaan listrik menjadi salah satu kebutuhan prioritas dalam pembangunan Huntara. Menindaklanjuti arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia, PLN memastikan seluruh unit hunian dan fasilitas umum telah didukung pasokan listrik yang aman dan andal.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan perusahaan dalam mengawal penyediaan kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang.
“Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun kami pastikan listriknya tersedia dan dapat langsung menyala. Dengan demikian, masyarakat bisa segera menempati rumahnya secara aman dan nyaman,” kata Darmawan.
PLN telah menyiapkan seluruh infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara, mulai dari pembangunan trafo, jaringan distribusi, hingga pemasangan kWh meter di setiap unit hunian. Seluruh jaringan listrik telah tersambung sepenuhnya dan dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hunian maupun fasilitas umum.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo turun langsung meninjau progres pembangunan Huntara dan infrastruktur kelistrikannya di Aceh Tamiang.
Darmawan menegaskan bahwa kehadiran listrik merupakan kebutuhan dasar yang tidak terpisahkan dalam proses pemulihan pascabencana.
“Kami memahami bahwa masyarakat terdampak bencana tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga rasa aman dan kenyamanan. Kehadiran listrik yang andal di Huntara diharapkan menjadi awal bagi masyarakat untuk bangkit, anak-anak kembali belajar dengan nyaman, dan keluarga menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih layak,” pungkas Darmawan.
Dengan sinergi Danantara Indonesia, BUMN, dan Pemerintah, pembangunan Huntara Aceh Tamiang diharapkan mampu menjadi tonggak pemulihan yang berkelanjutan sekaligus wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat terdampak bencana.***



.
















