TNI–Polri dan Pemda Bergerak Bersama, Situasi Dumoga Pasca Bentrok Dipastikan Aman

KLIK24.NEWS Bolaang Mongondow — Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah kembali ditunjukkan dalam penanganan pasca perkelahian antar kampung yang melibatkan warga Desa Tonom, Kecamatan Dumoga Timur dan Dusun Tataaran, Desa Ibolian Satu, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow. Hingga Jumat sore, kondisi keamanan di wilayah terdampak dilaporkan aman dan kondusif, dengan aktivitas masyarakat mulai kembali normal.

Sebagai bentuk keseriusan dalam pemulihan situasi, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Wakapolda Sulut) Brigjen Pol Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum., memimpin langsung pertemuan koordinasi bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat, Jumat (29/1/2026) sekitar pukul 14.55 Wita. Pertemuan tersebut berlangsung di teras Klinik Pratama Medika Jaya Ibolian, Desa Ibolian, Kecamatan Dumoga Tengah.

Wakapolda Sulut hadir didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sulut, di antaranya Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarsa, S.I.K., Dirintel Polda Sulut Kombes Pol Sugeng Paryitno, serta Dansat Brimob Polda Sulut Kombes Pol Robby Medianus Samban, S.I.K.
Dari unsur TNI, turut hadir Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Agus Wahyudi Irianto dan Kasi Intel Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Denver Micha Hariaddi Napu.

Rombongan Wakapolda disambut oleh Dandim 1303/Bolaang Mongondow Letkol Inf Manase Lomo, S.H., M.IP., Kapolres Bolaang Mongondow AKBP Lido Ratri Antoro, S.H., S.I.K., Wakil Bupati Bolaang Mongondow Donny Lumenta, S.E., serta Kepala Badan Kesbangpol Setda Kabupaten Bolaang Mongondow Cris Kamasaan.

BACA JUGA : Bersama 4 Pemerintah Kabupaten/Kota, KPP Kotamobagu Gelar Agenda Rekonsiliasi

Dalam pertemuan tersebut, Wakapolda Sulut menerima paparan singkat terkait kronologis kejadian serta perkembangan situasi keamanan terkini dari Kapolres dan Dandim. Wakapolda juga mendengarkan langsung penjelasan dari kepala desa serta pihak keluarga korban, sebagai bagian dari pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis dalam penyelesaian konflik.

Wakapolda Sulut menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan mencegah konflik susulan. Ia memastikan aparat gabungan TNI–Polri tetap melakukan pengamanan dan pemantauan secara berkelanjutan demi menjamin rasa aman bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama seluruh unsur terkait untuk memperkuat rekonsiliasi, menjaga kondusivitas wilayah, serta membangun kembali kepercayaan dan harmoni sosial di tengah masyarakat Dumoga dan sekitarnya.***

. .

Tinggalkan Balasan