KLIK24.NEWS Bolmong – Di bawah rindangnya pepohonan Desa Kosio Timur, semangat kebersamaan terpancar dari wajah warga yang bahu-membahu membangun pondasi Balai Banjar, Senin (16/02/2026). Aktivitas tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata persaudaraan dan kemanunggalan TNI bersama rakyat.
Bertempat di Desa Kosio Timur, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, Babinsa Koramil 1303-07/Dumoga, Serka I Nengah Narta, turut ambil bagian dalam kegiatan bakti bersama warga Hindu setempat membantu proses pembangunan pondasi Balai Banjar.
BACA JUGA : Babinsa–Polri Mediasi Konflik Warga Gogagoman, Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Babinsa dalam mendampingi serta membina masyarakat di wilayah teritorialnya. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah warga tidak hanya sebatas menjalankan tugas pembinaan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan komitmen TNI dalam memperkuat kebersamaan serta semangat gotong royong.
Serka I Nengah Narta menegaskan bahwa karya bakti tersebut menjadi dukungan moril sekaligus kontribusi nyata TNI terhadap pembangunan sarana sosial kemasyarakatan.
“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat teritorial, tetapi sebagai bagian dari masyarakat. Kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
BACA JUGA : Sambut Ramadhan 1447 H, Babinsa dan Warga Lobong Kompak Percantik Masjid Nurul Islam
Warga Desa Kosio Timur menyambut baik kehadiran Babinsa yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan pertanian, kegiatan sosial, hingga pembangunan fasilitas umum. Kehadiran Babinsa dinilai mampu mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang harmonis antara TNI dan masyarakat.
Pembangunan Balai Banjar ini diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan warga Hindu di Desa Kosio Timur. Dengan semangat gotong royong yang terus terpelihara, proses pembangunan pondasi berjalan lancar dan penuh kebersamaan, mencerminkan kuatnya solidaritas warga serta kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Dumoga Tengah.***



.
.














