JDM Desak Sidak Makanan Kedaluwarsa Selama Ramadhan, DPRD Minta Harga Sembako Juga Diawasi

KLIK24.NEWS Kotamobagu — Wakil Ketua DPRD Kotamobagu, Jusran Deby Mokolanot (JDM), meminta dinas dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu untuk turun langsung ke lapangan melakukan pemeriksaan terhadap makanan dan minuman yang dijual selama bulan suci Ramadhan.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembako serta bahan makanan dan minuman untuk berbuka puasa dan sahur.

Menurut JDM, pengawasan perlu diperketat guna memastikan produk yang beredar tidak dalam kondisi kedaluwarsa maupun mengandung bahan pengawet yang berpotensi membahayakan kesehatan warga.

“Momentum Ramadhan membuat aktivitas jual beli meningkat. Karena itu, dinas terkait perlu memastikan makanan dan minuman yang dijual aman dikonsumsi dan tidak melewati masa berlaku,” ujarnya.

JDM menegaskan bahwa inspeksi lapangan harus dilakukan secara berkala, baik di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, maupun lapak-lapak penjual takjil yang menjamur selama Ramadhan.

Selain pengawasan produk pangan, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan monitoring terhadap ketersediaan dan stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako).

Menurutnya, pengendalian harga dan pengawasan kualitas pangan merupakan dua langkah strategis agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga maupun risiko kesehatan.

JDM yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kotamobagu menambahkan bahwa Kotamobagu menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat dari sejumlah daerah sekitar, baik untuk berbelanja, beribadah, bersantai hingga beristirahat.

“Kita semua tentu menginginkan Kotamobagu tetap menjadi kota yang bersih, nyaman, dan aman, terutama di bulan Ramadhan,” katanya.

Ia berharap instansi teknis terkait segera melakukan inspeksi lapangan secara intensif guna memberikan rasa aman kepada masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.

Dengan langkah preventif tersebut, diharapkan peredaran makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi dapat dicegah, sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan selama bulan suci.***

. .

Tinggalkan Balasan