Kadet KKRI Bolmong Antusias Ikuti Pelatihan P3K, Dibimbing Langsung Tim Rumkitban Kotamobagu

KLIK24.NEWS Bolmong – Suasana aula pelatihan tampak serius namun penuh antusiasme saat para kadet Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) mengikuti materi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Persami KKRI Gelombang IV Triwulan I TA 2026 Kodam XIII/Merdeka di wilayah Kodim 1303/Bolaang Mongondow.

Di bawah arahan langsung Pelda Wiranto Kanoli bersama tim medis dari Rumkitban Kotamobagu, para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mempraktikkan langsung teknik penanganan darurat secara sistematis dan terstruktur.

BACA JUGA : Uji Nyali di Ketinggian Biga, Kadet KKRI Tempah Mental Didampingi TNI Kodim 1303/Bolmong

Dalam sesi pelatihan, dijelaskan berbagai dasar pertolongan pertama, mulai dari penanganan korban pingsan, cedera ringan, hingga teknik evakuasi sederhana yang aman. Materi disampaikan dengan metode interaktif dan simulasi langsung agar setiap kadet memahami prosedur secara benar dan tidak keliru dalam penerapan di lapangan.

Para peserta terlihat aktif saat mempraktikkan teknik membaringkan korban pada posisi aman, memeriksa tingkat kesadaran, hingga memberikan pertolongan awal sebelum bantuan medis lanjutan tiba. Pendampingan dari tim medis memastikan setiap langkah dilakukan sesuai standar keselamatan.

Pelda Wiranto Kanoli dalam arahannya menegaskan pentingnya keterampilan P3K bagi generasi muda.

“Sebagai calon pemimpin masa depan, kalian harus siap dalam berbagai situasi, termasuk ketika menghadapi kondisi darurat. Pertolongan pertama yang tepat dapat menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

BACA JUGA : Di Bawah Komando Gubernur Yulius Selvanus, Wali Kota Weny Gaib Hadiri Upacara 80 Tahun Peristiwa Merah Putih di Manado

Melalui pelatihan ini, KKRI tidak hanya membekali kadet dengan kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, serta kesiapsiagaan terhadap sesama. Pembinaan karakter berbasis kemanusiaan menjadi fondasi utama dalam setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tangguh, sigap, dan memiliki empati tinggi dalam menghadapi berbagai situasi di tengah masyarakat.***

. .

Tinggalkan Balasan