KLIK24.NEWS Bolsel – Suasana penuh kehangatan dan harapan menyelimuti pertemuan masyarakat di Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Selasa (9/3/2026). Di tengah upaya menata kembali kehidupan para pengungsi terdampak erupsi Gunung Ruang dari Kabupaten Kepulauan Sitaro, kehadiran aparat TNI melalui Babinsa menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tertib dan aman.
Babinsa Koramil 1303-16/Pinolosian Timur, Sertu Mody Pungus, melaksanakan kegiatan Pengumpulan Data Teritorial (Puldatater) sekaligus mendampingi proses penyerahan dokumen administrasi kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada warga pengungsi yang kini menetap di Hunian Tetap (Huntap) Desa Modisi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemerintah desa, aparat terkait, serta masyarakat yang telah direlokasi dari wilayah terdampak bencana di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Selain memastikan proses penyerahan dokumen berjalan lancar, Babinsa juga turut membantu menjaga ketertiban serta memberikan rasa aman kepada warga yang hadir.
Kepala Desa (Sangadi) Modisi, Ibu Grace Bawaele, menyampaikan bahwa penyerahan dokumen kependudukan ini merupakan langkah penting dalam memperlancar administrasi bagi warga yang kini menetap di Desa Modisi.
BACA JUGA : Babinsa Bolangitang Bina Pelajar di Luar Jam Sekolah, Ingatkan Disiplin dan Masa Depan Generasi Muda
“Untuk memperlancar administrasi kependudukan masyarakat baru yang saat ini berada di hunian tetap Desa Modisi, pemerintah desa menyerahkan dokumen berupa Kartu Keluarga dan KTP kepada warga pengungsi. Dengan adanya dokumen ini, diharapkan mereka dapat mengakses berbagai layanan administrasi dan sosial dengan lebih mudah,” ujar Sangadi.
Sementara itu, Babinsa Koramil 1303-16/Pinolosian Timur, Sertu Mody Pungus, menegaskan bahwa kehadiran TNI melalui Babinsa merupakan bentuk komitmen untuk selalu berada di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung berbagai program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Menurutnya, pendampingan seperti ini menjadi bagian dari tugas Babinsa dalam membantu pemerintah daerah serta memastikan masyarakat, khususnya para pengungsi, dapat menjalani kehidupan baru dengan lebih tertata dan nyaman.
Kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi antara aparat TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membantu para pengungsi membangun kembali kehidupan mereka setelah terdampak bencana alam.***



.
.














