KLIK24.NEWS Bolmong – Di bawah hangatnya sinar matahari Desa Langagon Dua, semangat kebersamaan terpancar dari hamparan jagung yang dijemur rapi di lantai jemur beton. Bukan sekadar proses pascapanen, kegiatan tersebut menjadi simbol nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam memperkuat ketahanan wilayah dari akar rumput.
Bertempat di Desa Langagon Dua, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Babinsa Koramil 1303-09/Bolaang, Sertu Sarwan, melaksanakan kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) dengan sasaran pendampingan kepada masyarakat petani dalam proses pengeringan hasil panen jagung, Selasa (3/3/2026).
Pendampingan tersebut dilakukan bersama Dolly Gilanggina, seorang petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Maju Bersama. Pada musim panen kali ini, lahan seluas sekitar 1 hektare yang ditanami varietas jagung Bisi-18 mampu menghasilkan taksiran panen mencapai 4 ton per hektare.
Proses pengeringan jagung dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan panas matahari langsung di atas lantai jemur beton. Metode ini dinilai cukup efektif untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus menekan kadar air sebelum jagung dipasarkan.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas para petani tidak hanya sebagai bentuk pengawasan wilayah, tetapi juga turut membantu serta memberikan motivasi agar hasil pertanian dapat dikelola secara optimal. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peran aktif TNI Angkatan Darat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan teritorial di wilayah pedesaan.
Babinsa Koramil 1303-09/Bolaang Sertu Sarwan mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam setiap tahapan pertanian merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya saat masa tanam atau panen, tetapi juga dalam proses pascapanen seperti pengeringan ini. Ketahanan wilayah berawal dari ketahanan pangan keluarga. Jika petani kuat dan sejahtera, maka desa pun akan kokoh,” ujarnya.
BACA JUGA : Gubernur Sulut : Yulius Selvanus Sulawesi Utara Terima SK 63 WPR, Semua Untuk Rakyat
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara aparat teritorial dan kelompok tani menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan sektor pertanian di wilayah binaan.
Sementara itu, Dolly Gilanggina mengaku sangat terbantu dengan pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa. Selain memberikan semangat, kehadiran Babinsa juga mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat.
“Dengan adanya Babinsa yang selalu mendampingi kami, para petani menjadi lebih termotivasi. Kehadirannya bukan hanya membantu pekerjaan, tetapi juga membuat kami merasa diperhatikan,” ungkapnya.
Kebersamaan antara Babinsa dan para petani di Desa Langagon Dua ini menjadi gambaran nyata bahwa sinergi antara TNI dan rakyat terus terjalin erat dalam mendukung pembangunan desa serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.***



.
.














