KLIK24.NEWS Bolmong – Wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat kembali terlihat di Desa Inobonto, Kabupaten Bolaang Mongondow. Di tengah aktivitas pertanian masyarakat, Babinsa Koramil 1303-09/Bolaang, Sertu Tomi Mokodompit, turun langsung membantu petani dalam proses perontokan jagung, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Sabtu (14/03/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan di lahan milik Ibrahim Mokoagow seluas satu hektare, dengan varietas jagung Pertiwi 5 yang diperkirakan mampu menghasilkan hingga 3,9 ton per hektare. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas petani bukan hanya sekadar menjalankan tugas kewilayahan, tetapi juga menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Dengan penuh semangat, Sertu Tomi tampak berbaur bersama para petani, membantu proses perontokan jagung yang menjadi tahapan penting pascapanen. Kehadiran aparat teritorial ini tidak hanya meringankan pekerjaan warga, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi para petani dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
“Ketahanan pangan dimulai dari desa. Kami sebagai Babinsa harus hadir dan ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Jika petani kuat, maka daerah juga akan kuat,” ujar Sertu Tomi Mokodompit di sela kegiatan.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat desa. Oleh karena itu, TNI melalui peran Babinsa terus berkomitmen untuk hadir dan berkontribusi langsung dalam setiap aktivitas yang berkaitan dengan kesejahteraan warga.
Kehadiran Babinsa pun disambut positif oleh masyarakat. Para petani merasa terbantu sekaligus termotivasi dengan keterlibatan langsung aparat TNI dalam kegiatan pertanian. Kebersamaan yang terjalin di lahan jagung tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.
Melalui kegiatan seperti ini, TNI tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak sosial yang turut mendorong kemajuan sektor pertanian. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa hingga nasional.***



.
.







.







