KLIK24.NEWS Tahuna – Memasuki momentum suci Ramadan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna kembali menebar kebaikan melalui program Light Up The Dream. Sebanyak 21 keluarga prasejahtera di wilayah Kepulauan Sangihe kini dapat tersenyum lega setelah rumah mereka resmi teraliri listrik secara gratis melalui donasi pegawai PLN yang dikelola oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.
Program tersebut merupakan inisiatif para pegawai PLN yang menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses listrik secara mandiri. Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, kehadiran listrik diharapkan mampu membantu warga menjalani ibadah dengan lebih khusyuk sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dari para pegawai PLN kepada masyarakat.
“Kami menyadari bahwa listrik bukan sekadar energi, tetapi juga kunci untuk membuka pintu kesejahteraan. Program Light Up The Dream di Tahuna ini adalah bentuk empati para pegawai PLN yang ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan. Dengan adanya listrik di 21 rumah warga prasejahtera ini, kami berharap beban hidup masyarakat dapat berkurang dan anak-anak bisa belajar dengan lebih baik di malam hari,” ujar Usman.
Ia juga menegaskan bahwa PLN terus berkomitmen meningkatkan rasio elektrifikasi hingga ke wilayah pelosok, termasuk daerah kepulauan.
“Negara harus hadir di setiap rumah warga. Melalui sinergi antara PLN dan YBM, kami ingin memastikan masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal seperti Kepulauan Sangihe juga merasakan keadilan energi,” tegasnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, menjelaskan bahwa bantuan dalam program ini mencakup seluruh biaya penyambungan baru hingga instalasi listrik di dalam rumah warga.
“Program ini bukan sekadar penyalaan arus listrik, tetapi juga penyalaan masa depan. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kami berharap bantuan bagi 21 pelanggan, termasuk di Desa Naha, dapat menghadirkan kebahagiaan dan menjadi awal kehidupan yang lebih produktif dan mandiri,” ungkap Dimas saat mengunjungi salah satu rumah penerima manfaat.
Apresiasi juga datang dari pemerintah setempat. Kepala Desa Naha, Siti Lestari Makatindu, mewakili masyarakat menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian PLN kepada warga desa.
“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Desa Naha, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UP3 Tahuna dan YBM PLN. Selama ini sebagian warga hanya bergantung pada sambungan listrik dari tetangga atau bahkan tanpa penerangan yang layak. Bantuan ini sangat berarti, terutama untuk kebutuhan ibadah di malam hari selama bulan puasa,” tuturnya.
Melalui program Light Up The Dream, PLN berharap semakin banyak masyarakat prasejahtera yang dapat merasakan manfaat listrik sebagai sumber energi yang membuka peluang baru bagi pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga. Di bulan Ramadan yang penuh cahaya ini, PLN tidak hanya menyalakan listrik, tetapi juga menyalakan harapan bagi masa depan masyarakat di pelosok negeri.***



.
.














