KLIK24.NEWS Bolmong — Dari sebuah meja sederhana di Desa Sia, Kecamatan Kotamobagu Utara, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat nyata. Tanpa sekat formalitas, seorang Babinsa duduk sejajar dengan perangkat desa, membangun dialog yang tidak sekadar membahas tugas, tetapi juga menyentuh kepedulian, keamanan, dan masa depan lingkungan bersama.
Babinsa Koramil 1303-02/Passi, Praka Yosef Kornelisen Opun, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) sebagai bagian dari pembinaan teritorial TNI di wilayah pedesaan, Selasa (31/03/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dalam suasana penuh keakraban, Babinsa menekankan pentingnya kebersamaan sebagai kunci utama terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman. Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari, serta selalu memperhatikan faktor keselamatan dalam setiap aktivitas.
“Keamanan tidak bisa dijaga sendiri. Harus ada kepedulian bersama. Jika masyarakat kompak, lingkungan pasti akan tetap aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain membahas aspek keamanan, Babinsa juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial bersama. Menurutnya, lingkungan yang bersih mencerminkan kekompakan dan kesadaran warga dalam membangun kualitas hidup yang lebih baik.
BACA JUGA : Tanpa Sekat, Babinsa Kotamobagu Turun Tangan Bantu Penggilingan Padi Warga
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa peran TNI di tingkat desa tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan warga. Interaksi langsung seperti ini membuat masyarakat merasa lebih diperhatikan, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas dalam menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan Komsos, TNI terus memperkuat sinergi dengan masyarakat sebagai fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan wilayah dari tingkat paling dasar, yakni desa.***



.
.







.







