KLIK24.NEWS Kotamobagu — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Muliadi Paputungan, S.A.P., turun langsung menyapa masyarakat melalui kegiatan reses di empat titik wilayah Kota Kotamobagu. Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir pekan lalu tersebut menjadi bagian dari agenda masa persidangan kedua tahun 2026.
Reses digelar di Kelurahan Sinindian, Kelurahan Motoboi Besar, Kelurahan Mongkonai Induk, serta Desa Bungko. Dalam setiap pertemuan, Muliadi secara langsung mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat yang mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.
Mayoritas warga menyampaikan harapan terkait pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan ekonomi. Kondisi jalan, fasilitas umum, hingga dukungan terhadap usaha kecil menjadi isu yang paling banyak disuarakan.
“Sebagian besar aspirasi masyarakat masih berfokus pada pembangunan infrastruktur dan upaya peningkatan kesejahteraan. Semua masukan sudah kami tampung dan selanjutnya akan dibahas pada tahapan berikutnya,” ujar Muliadi.
Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan diperjuangkan di tingkat provinsi agar dapat direalisasikan melalui program pembangunan yang tepat sasaran.
BACA JUGA :
Kehadiran Muliadi di tengah masyarakat mendapat apresiasi dari warga. Salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Sinindian menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi Pak Muliadi yang sudah meluangkan waktu untuk datang dan mendengarkan langsung aspirasi kami. Selama ini, baru beliau yang benar-benar turun langsung,” ungkapnya.
Selain infrastruktur, perhatian terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi sorotan. Masyarakat berharap adanya dukungan konkret dari pemerintah, baik di tingkat kota maupun provinsi, agar usaha lokal dapat berkembang dan meningkatkan perekonomian warga.
Kegiatan reses ini menjadi wadah strategis bagi anggota legislatif untuk menjaring aspirasi secara langsung dari masyarakat. Hasilnya diharapkan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan yang lebih responsif dan menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.***



.
.







.







