KLIK24.NEWS Manado – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih predikat Platinum dalam Nusantara CSR Awards 2026. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mendorong keberlanjutan dan percepatan transisi energi di Indonesia.
Penghargaan bergengsi tersebut diraih melalui program unggulan bertajuk “Edukasi Ekosistem Green Energy: Pelatihan & Praktik Konversi Motor Konvensional menjadi Motor Listrik” yang dilaksanakan di SMK Kota Palu. Program ini memperoleh predikat Platinum Alignment pada kategori Transisi & Adaptasi Krisis, menegaskan peran PLN sebagai pelopor dalam pengembangan energi ramah lingkungan.
Berdasarkan metodologi La Tofi ESG Rating yang diperkaya dengan Corporate Economic Protection Index (CEPI), program ini mencatat skor tinggi sebesar 90,45. Selain itu, inisiatif tersebut juga meraih CEPI Platinum Performance dengan nilai 1,93, yang mencerminkan efektivitas investasi perusahaan dalam melindungi nilai ekonomi dari risiko operasional.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, kepada perwakilan manajemen PLN UID Suluttenggo di Ramayana Terrace, Hotel Kempinski Jakarta.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan validasi atas transformasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang semakin terukur dan berdampak luas.
“Penghargaan Platinum ini bukan sekadar apresiasi seremonial, melainkan refleksi dari komitmen mendalam PLN dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui program konversi motor listrik di SMK Kota Palu, kami tidak hanya memberikan keterampilan teknis baru, tetapi juga menyiapkan fondasi ekonomi hijau di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Usman menambahkan, integrasi antara nilai sosial dan ketahanan bisnis menjadi kunci penting di tengah ketidakpastian global.
“Dengan nilai CEPI 1,93, terbukti bahwa program transisi energi kami mampu memitigasi risiko operasional sekaligus menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang solid. Setiap rupiah yang dikeluarkan PLN memberikan manfaat ganda: memajukan SDM lokal dan menjamin keberlanjutan bisnis energi bersih,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, mewakili Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, Ph.D., menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menghadapi era transisi energi.
“Kunci utamanya ada pada kualitas SDM. Peningkatan standar pendidikan dan kompetensi melalui praktik konversi motor listrik ini selaras dengan kebutuhan industri global agar perusahaan dan bangsa kita tetap relevan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur La Tofi ESG Rating, Farid Singgih, mengapresiasi langkah PLN UID Suluttenggo yang berhasil mengintegrasikan program sosial dengan manajemen risiko dan strategi bisnis berkelanjutan.
Melalui program edukasi di SMK Kota Palu, PLN membuktikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis sebagai motor penggerak dekarbonisasi. Para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan langsung teknologi yang akan menjadi standar transportasi masa depan.
Ke depan, PLN UID Suluttenggo berkomitmen memperluas jangkauan program berbasis Green Energy guna mendukung terciptanya ekosistem energi bersih yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan pencapaian ini, PLN UID Suluttenggo semakin mantap sebagai pemimpin dalam implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa energi bersih merupakan kunci kemakmuran masa depan.***



.
.







.







