KLIK24.NEWS Kotamobagu – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat di Kota Kotamobagu melalui kolaborasi lintas sektor. Terbaru, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali bertambah dengan hadirnya fasilitas baru di Desa Kepandakan I, yang diharapkan memperluas jangkauan layanan gizi bagi masyarakat, khususnya pelajar.
Fasilitas SPPG MBG di Kepandakan I dirancang melayani sekitar 1.100 siswa. Kehadirannya menjadi langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat dan produktif.
Sambutan Wali Kota Kotamobagu pada peresmian tersebut dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E. Dalam sambutan itu, disampaikan apresiasi atas bertambahnya layanan SPPG sebagai wujud sinergi dan kepedulian berbagai pihak.
“Pagi hari ini kita patut bersyukur, karena kembali bertambah satu fasilitas SPPG di wilayah Kota Kotamobagu. Ini menunjukkan adanya kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan merata bagi masyarakat,” ujar Sahaya saat membacakan sambutan Wali Kota.
Pemerintah Kota Kotamobagu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan program MBG sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini dinilai tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Selain berdampak pada kesehatan, program MBG juga memberikan efek ekonomi yang signifikan. Kehadiran SPPG membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat, mulai dari tenaga pengelola, juru masak, hingga distribusi makanan. Tak hanya itu, keterlibatan pelaku usaha dan penyedia bahan pangan di tingkat desa turut menggerakkan roda ekonomi lokal.
“Program ini memiliki efek berganda, tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja,” lanjut isi sambutan tersebut.
Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pelaksanaan program, terutama dari aspek gizi dan keamanan pangan. Seluruh petugas dan pengelola SPPG diminta memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar gizi seimbang, higienis, dan aman dikonsumsi.
“Kualitas gizi harus menjadi prioritas utama. Jangan hanya mengejar kuantitas, tetapi kualitas harus benar-benar terjaga,” tegasnya.
Pemerintah turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung dan mengawasi pelaksanaan program agar berjalan optimal dan memberikan manfaat luas.
Di akhir kegiatan, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya Yayasan Mapalus Makin Perkasa, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kotamobagu Selatan, Kapolsek Kotamobagu Selatan, Danramil Kotamobagu, Sangadi Desa Kepandakan I Suharto Mokolanut, Ketua Yayasan Mapalus Makin Perkasa Dr. Pegi Pangemanan, SE., MA beserta jajaran, serta seluruh petugas SPPG.
Dengan beroperasinya SPPG MBG di Desa Kepandakan I, pemerintah berharap manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di tingkat lokal.***




.
.







.







