KLIK24.NEWS Manado – Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Manado.
Musrenbang RKPD ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang terintegrasi dan selaras dengan program pembangunan nasional. Kehadiran Wali Kota Kotamobagu menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam mendukung perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, serta Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Dr. Amalia Adininggar Widyasanti, S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D.
Selain itu, hadir pula Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., para anggota DPR RI dan DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Utara, jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara, para pimpinan daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara.
Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis menjadi pembahasan utama, antara lain percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sinkronisasi program prioritas nasional dan daerah.
Partisipasi aktif Pemerintah Kota Kotamobagu dalam Musrenbang ini diharapkan mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Musrenbang RKPD Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2027 menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Bumi Nyiur Melambai.***



.
.







.







