KLIK24.NEWS Kotamobagu — Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menunjukkan aksi cepat dan nyata dalam merespons kenaikan harga bahan pokok. Lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM) Mandiri, Pemkot menggelar pasar murah yang disambut antusias oleh masyarakat, Selasa (15/7/2025), di depan Kantor Kelurahan Gogagoman.
Program yang digelar bekerja sama dengan Bulog Cabang Bolaang Mongondow ini menjadi bagian dari skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dengan tujuan utama menekan gejolak harga serta memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sejumlah bahan pokok yang dijual dalam GPM ini langsung diserbu warga dan habis dalam waktu kurang dari satu jam. Data penjualan menunjukkan tingginya permintaan terhadap komoditas penting seperti:
- Beras SPHP: Rp11.400/Kg (250 Kg habis terjual dalam 1 jam)
- Minyak Goreng: Rp17.500/Liter (60 Liter habis)
- Gula Pasir: Rp17.500/Kg (30 Kg habis)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kotamobagu, Piter Suli, S.Pt, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respons langsung dari instruksi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu dalam menghadapi dinamika harga pasar yang meningkat.
“Ini adalah langkah cepat sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk melakukan intervensi langsung terhadap dampak kenaikan harga beberapa komoditas pangan, khususnya beras,” ujar Piter kepada wartawan.
Piter juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak berhenti di satu titik saja. Dinas Ketahanan Pangan telah menjadwalkan tiga kali pelaksanaan GPM di beberapa titik strategis selama sepekan ini.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Terutama menjelang tahun ajaran baru dan musim kering, yang biasanya berdampak pada daya beli,” jelasnya.
Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu bentuk intervensi proaktif yang dilakukan Pemkot Kotamobagu untuk menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan memastikan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi.
Dengan aksi nyata seperti ini, Pemkot Kotamobagu menegaskan bahwa keberpihakan terhadap rakyat kecil bukan hanya wacana, melainkan komitmen yang diwujudkan dalam langkah-langkah konkret dan tepat sasaran.***



.
.














