PLN Kebut Siang Malam Perbaiki Jalur Listrik Langsa–Pangkalan Brandan, Jadi Kunci Pemulihan Kelistrikan Aceh

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan) didampingi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Suroso Isnandar (kanan) dan General Manager PLN UIP Sumbagut, Dewanto (kedua dari kanan) meninjau langsung salah satu titik lokasi perbaikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan.

KLIK24.NEWS Langsa – PT PLN (Persero) terus menggenjot percepatan pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Perbaikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan menjadi fokus utama karena berperan vital sebagai penopang pemulihan sistem kelistrikan Aceh yang sebelumnya terpisah dari sistem besar Sumatra.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, turun langsung ke lapangan untuk memimpin percepatan pemulihan sekaligus memastikan seluruh sumber daya PLN dimobilisasi secara maksimal. Ia menegaskan, pemulihan kelistrikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor.

“Tim PLN bekerja tanpa henti meskipun cuaca tidak bersahabat. Mereka harus melewati jalur berlumpur, membawa material secara manual, dan memastikan setiap pekerjaan tetap aman. Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat sehingga progres perbaikan dapat berjalan dengan baik,” ujar Darmawan.

Banjir dan pergeseran tanah yang terjadi sebelumnya menyebabkan lima tower SUTT roboh dan tujuh tower lainnya mengalami kerusakan di jalur Langsa–Pangkalan Brandan. Kondisi ini mengakibatkan sistem kelistrikan Aceh terputus dari interkoneksi Sumatra dan membutuhkan penanganan intensif.

BACA JUGA : Mikrolet Terjun ke Jurang di Jalur AKD, Sat Lantas Polres Kotamobagu Sigap Evakuasi Bersama Warga

Untuk mempercepat proses recovery, PLN mengerahkan 1.476 personel dari berbagai unit PLN se-Indonesia. Personel tersebut terlibat dalam pembangunan tower darurat, perbaikan tower transmisi, pemulihan jaringan distribusi ke pelanggan, hingga dukungan armada dan logistik di lapangan.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Amiruddin, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan secara nonstop 24 jam dengan sistem shift.

“Saat ini tim di lapangan bekerja terus-menerus membangun tower darurat serta melakukan modifikasi dan perbaikan pada tower yang rusak agar sistem dapat segera dinormalkan,” jelas Amiruddin.

Dalam pelaksanaannya, PLN juga menjalin kolaborasi strategis dengan TNI, khususnya Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan, yang memberikan dukungan pengamanan, mobilisasi personel, serta akses logistik ke wilayah dengan medan sulit. Sinergi lintas sektor ini menjadi faktor penting dalam percepatan pemulihan infrastruktur transmisi.

“Prioritas utama kami adalah melakukan penormalan secepatnya. Tim gabungan tetap bekerja meskipun menghadapi medan berat dan cuaca ekstrem demi mengembalikan keandalan sistem kelistrikan Aceh,” tambah Amiruddin.

PLN mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung upaya percepatan pemulihan ini. Seluruh langkah perbaikan dilakukan sebagai bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan kembali pasokan listrik yang andal dan stabil bagi masyarakat Aceh.***

.

Tinggalkan Balasan