KLIK24.NEWS Jakarta – Pemerintah Kota Kotamobagu terus menunjukkan komitmen serius dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah. Hal tersebut ditandai dengan pertemuan Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., bersama Sekretaris Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Bayu Aji, S.E., M.M., Selasa (03/02/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Jakarta, ini menjadi bagian dari upaya koordinasi dan konsultasi Pemerintah Kota Kotamobagu dalam rangka memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya terkait pengembangan potensi pariwisata daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu memaparkan berbagai potensi wisata yang dimiliki daerah, mulai dari wisata alam, budaya, hingga kearifan lokal yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan berdaya saing.
Selain itu, pertemuan ini juga membahas dukungan kebijakan, program, serta peluang kolaborasi antara Pemerintah Kota Kotamobagu dan Kementerian Pariwisata RI dalam rangka mendorong peningkatan kualitas destinasi wisata, penguatan sumber daya manusia pariwisata, serta promosi wisata daerah di tingkat nasional.
BACA JUGA : Babinsa Turun Langsung, Program Makan Bergizi Gratis Sasar 1.900 Lebih Pelajar Kotamobagu
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kotamobagu, Siti Rafiqah Bora, S.E., M.M., yang mendampingi langsung jajaran pimpinan daerah.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kota Kotamobagu berharap dapat memperoleh dukungan dan pendampingan dari Kementerian Pariwisata RI guna mempercepat pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu untuk terus membangun komunikasi aktif dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada potensi unggulan lokal.***



.
.














