KLIK24.NEWS Kotamobagu — Komitmen Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, S.I.K., M.H. dalam membina dan mempersiapkan generasi muda kembali diwujudkan melalui pembukaan Bimbingan dan Pelatihan Gratis Motabi (Motivasi – Tatar – Bina) Angkatan II, Senin (09/02/2026).
Program Motabi merupakan salah satu inovasi unggulan Kapolres Kotamobagu sejak awal masa kepemimpinannya. Kegiatan ini dirancang khusus untuk membantu dan mendampingi generasi muda, terutama warga kurang mampu serta anak-anak panti asuhan, agar memiliki kesempatan yang sama dalam menghadapi seleksi penerimaan anggota Polri.
Dalam program Motabi, para peserta mendapatkan bimbingan secara komprehensif terkait seluruh tahapan seleksi Polri, mulai dari aspek mental, akademik, hingga kesiapan fisik dan karakter. Seluruh rangkaian kegiatan ini diberikan tanpa dipungut biaya, sebagai bentuk pelayanan Polres Kotamobagu kepada masyarakat.
Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto menegaskan bahwa pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa dan negara.
“Generasi muda adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini, bukan hanya dari sisi fisik dan akademik, tetapi juga dari segi karakter, mental, dan moral. Melalui Motabi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki peluang yang adil, apa pun latar belakangnya,” tegas AKBP Irwanto.
BACA JUGA : Kapolsek Lolayan Hadiri Deklarasi SKCK, Ajak Komunitas Otomotif Jadi Garda Terdepan Jaga Kamtibmas
Ia menambahkan, Motabi bukan sekadar program pelatihan teknis, melainkan wadah pembentukan mental juang, disiplin, serta nilai-nilai kebangsaan yang menjadi dasar pengabdian sebagai anggota Polri.
Dengan kembali digelarnya Motabi Angkatan II, Kapolres Kotamobagu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus mencetak calon-calon generasi penerus yang unggul, berdaya saing, dan berintegritas tinggi.
Program ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi generasi muda di wilayah hukum Polres Kotamobagu untuk terus berjuang meraih cita-cita, tanpa terhalang keterbatasan ekonomi maupun latar belakang sosial.***



.
.














