Warga Temukan Pria Tergeletak di Sungai Motoboi, Babinsa Koptu Moh. Junaedi Sigap Dampingi Proses Evakuasi

KLIK24.NEWS Kotamobagu – Kepedulian dan sinergi antara aparat kewilayahan bersama masyarakat kembali terlihat dalam penanganan peristiwa kemanusiaan di wilayah Kota Kotamobagu. Dengan pendekatan humanis dan penuh empati, aparat bersama warga bergerak cepat menindaklanjuti penemuan seorang pria di aliran Sungai Motoboi, Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Rabu (17/2/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 13.00 Wita. Seorang warga bernama Fandi (30), yang tengah memancing di sekitar sungai, dikejutkan dengan keberadaan seorang pria dalam posisi terkapar di aliran sungai. Ia segera melaporkan temuan tersebut kepada Ketua RT dan warga setempat untuk segera ditindaklanjuti.

Korban diketahui bernama Suwandi Sukadi (56), warga Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat. Mendapat laporan dari masyarakat, Babinsa Kelurahan Mongondow, Koptu Moh. Junaedi, langsung turun ke lokasi guna membantu pengamanan area serta memastikan proses berjalan tertib dan kondusif.

Proses evakuasi dilaksanakan sekitar pukul 14.30 Wita oleh tim Inafis dari Polres Kotamobagu. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Kota Kotamobagu untuk dilakukan pemeriksaan luar (Visum et Repertum/VER) sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

BACA JUGA : Sigap di Tengah Luapan Sungai Ayong, Babinsa Amankan Trans Sulawesi dan Warga Cempaka

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik maupun luka akibat benda tumpul pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan penolakan untuk dilakukan autopsi. Pernyataan tersebut dituangkan dalam berita acara resmi oleh penyidik Polres Kotamobagu.

Di lokasi kejadian, Koptu Moh. Junaedi turut membantu menenangkan warga serta memberikan pendampingan moril kepada keluarga korban. Kehadiran aparat tidak hanya memastikan situasi tetap aman dan kondusif, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap setiap dinamika sosial dan peristiwa kemanusiaan di wilayah binaan.***

. .

Tinggalkan Balasan