Jangan Klik File .APK! Kadis Kominfo Fahri Damopolii Peringatkan ASN Kotamobagu Soal Undangan Online Palsu

KLIK24.NEWS Kotamobagu – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kotamobagu mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu terkait maraknya penyebaran undangan online palsu melalui aplikasi WhatsApp yang mengandung malware berbahaya.

Kepala Diskominfo Kotamobagu, Moh. Fahri Damopolii, S.Kom., M.E., menegaskan bahwa modus tersebut diduga kuat sebagai upaya pencurian data pribadi hingga akses ilegal ke sistem perbankan korban.

“Pelaku menyamarkan file berbahaya itu sebagai undangan resmi, baik rapat koordinasi, kegiatan dinas, bahkan undangan pernikahan. Biasanya dikirim dalam bentuk file .APK atau tautan mencurigakan melalui WhatsApp,” jelas Fahri Damopolii.

Menurutnya, file berformat .APK yang dikirim langsung melalui aplikasi pesan instan patut dicurigai. Apabila diinstal, aplikasi tersebut berpotensi mengandung malware yang mampu mencuri kontak, mengambil alih akun WhatsApp, hingga membaca SMS dan kode OTP perbankan.

BACA JUGA : Penandatanganan Berita Acara Rekonsiliasi Pajak Pusat dan Sosialisasi SPT Tahunan

“Aplikasi ini bisa mengakses data penting tanpa disadari korban. Bahkan bisa mengambil alih akun dan menyalahgunakan informasi untuk kepentingan ilegal,” tegasnya.

Diskominfo Kotamobagu meminta ASN dan masyarakat untuk lebih waspada dengan mengenali tanda-tanda berikut:

  • File dikirim dalam format .APK melalui WhatsApp
  • Menggunakan narasi formal dan nama acara resmi
  • Meminta izin akses berlebihan ke kontak, SMS, dan penyimpanan

Jika tanpa sengaja telah mengklik atau menginstal file tersebut, Fahri mengimbau agar segera:

  1. Menghapus aplikasi mencurigakan dari perangkat
  2. Mengganti seluruh password akun penting
  3. Mengaktifkan verifikasi dua langkah
  4. Memindai perangkat dengan antivirus
  5. Melaporkan kejadian ke Admin Jaringan atau tim IT instansi

“Keamanan informasi adalah tanggung jawab bersama. Jangan panik, tetapi tetap waspada. Dan yang paling penting, jangan meneruskan pesan tersebut agar rantai penyebaran malware bisa dihentikan,” tambahnya.

Pemerintah Kota Kotamobagu berharap seluruh ASN semakin meningkatkan literasi digital dan kehati-hatian dalam menerima maupun membagikan informasi, demi menjaga keamanan data pribadi dan sistem pemerintahan dari ancaman kejahatan siber.***

. .

Tinggalkan Balasan