KLIK24.NEWS Bolmong — Mentari pagi menyinari hamparan kebun jagung di Desa Langagon Dua, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Minggu (22/02/2026). Di antara deretan tanaman jagung yang menguning tanda siap panen, tampak kebersamaan hangat antara prajurit TNI dan masyarakat.
Suasana penuh semangat dan gotong royong itu menjadi potret nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga serta memperkuat ketahanan wilayah dari sektor pertanian.
Babinsa Koramil 1303-09/Bolaang, Sertu Sarwan, melaksanakan kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) dengan sasaran pendampingan kepada petani melalui panen jagung bersama masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan milik Donal Tukunang, anggota Kelompok Tani (Poktan) Zaitun.
Lahan seluas satu hektare yang ditanami jagung varietas Bisi-2 tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 4 ton per hektare. Capaian ini menjadi kabar menggembirakan bagi petani setempat sekaligus indikator positif meningkatnya produktivitas pertanian di wilayah Desa Langagon Dua.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas panen bukan sekadar simbol pendampingan, melainkan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat binaan. Melalui pembinaan teritorial, Babinsa berperan aktif memberikan motivasi serta mendorong kerja sama antarpetani guna memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
BACA JUGA : Babinsa Lolak Kawal Reses DPRD Bolmong di Desa Tuyat, Aspirasi Warga Diserap Hangat
“Kami sebagai aparat kewilayahan akan selalu hadir di tengah masyarakat. Pendampingan kepada petani adalah wujud komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Kami berharap hasil panen ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga petani serta memotivasi petani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas,” ujar Sertu Sarwan.
Donal Tukunang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Babinsa. Menurutnya, kehadiran aparat teritorial di tengah kegiatan pertanian memberikan semangat tersendiri bagi para petani dalam mengelola lahan dan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca hingga ketersediaan sarana produksi.
Sinergi antara TNI dan petani tersebut diharapkan terus terjalin, sehingga sektor pertanian di Bolaang Mongondow semakin berkembang dan mampu menjadi pilar utama ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.***



.
.














