KLIK24.NEWS Boltim – Mentari pagi yang menyinari hamparan hijau Desa Bungkudai Utara, Kecamatan Moat, menjadi saksi kebersamaan antara prajurit TNI dan warga binaannya, Minggu (01/03/2026). Di sela rimbunnya tanaman kacang panjang yang menjalar subur, tampak Babinsa berseragam loreng menyatu bersama petani, memanen hasil kerja keras yang telah dirawat berbulan-bulan.
Adalah Praka Abdul Ajid Ely, Babinsa Koramil 1303-03/Modayag, yang melaksanakan kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintawil) dengan membantu proses panen sayuran kacang panjang milik Bapak Jacubus (56). Lahan pertanian seluas kurang lebih 0,5 hektar tersebut menjadi sumber penghidupan keluarga sekaligus bagian dari penguatan ekonomi desa.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melalui aparat teritorial dalam memperkuat ketahanan wilayah, khususnya dari aspek ekonomi dan pangan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian menjadi simbol bahwa TNI tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan warga.
Bapak Jacubus mengaku merasa terbantu sekaligus bangga atas perhatian yang diberikan Babinsa. Menurutnya, kehadiran aparat teritorial di tengah petani menjadi motivasi tersendiri serta menambah semangat dalam mengelola lahan pertanian.
Di sela kegiatan panen, Praka Abdul Ajid Ely juga mengingatkan pentingnya faktor keamanan kerja serta menjaga kesehatan saat beraktivitas di lahan. Ia menegaskan bahwa produktivitas harus berjalan seiring dengan keselamatan dan kondisi fisik yang prima.
“Sebagai Babinsa, kami tidak hanya bertugas memantau wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat. Ketahanan wilayah dimulai dari ketahanan pangan. Jika petani kuat, desa kuat, maka bangsa pun akan kuat. Kami ingin selalu hadir memberi semangat, memastikan warga bekerja dengan aman dan tetap menjaga kesehatan,” tuturnya.
Kebersamaan di kebun kacang panjang tersebut menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus bukti bahwa ketahanan pangan berawal dari sinergi dan kepedulian di tingkat desa.***



.
.














