Babinsa Turun Tangan di Motabang, Satu Ton Gabah Siap Pasar Perkuat Ketahanan Pangan Bolmong

KLIK24.NEWS Bolmong – Di bawah hamparan langit cerah Desa Motabang, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, suasana gotong royong terasa begitu hangat. Butiran padi yang telah selesai dijemur tersusun rapi di pelataran rumah warga, menunggu untuk dikemas sebelum disimpan dan dipasarkan.

Di tengah aktivitas tersebut, sosok berseragam loreng tampak tak ragu membaur bersama masyarakat. Ia mengangkat, menyusun, hingga membantu mengisi karung demi karung padi milik warga. Dialah Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1303-11/Lolak, Sertu Narko, yang melaksanakan kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) dengan membantu proses pengemasan padi milik Bapak Hajril Paputungan.

Padi jenis Serayu yang dipanen tersebut menghasilkan kurang lebih satu ton gabah kering. Hasil panen itu kini siap untuk disimpan maupun dipasarkan, dengan kualitas yang tetap terjaga berkat penanganan pasca panen yang baik.

Kehadiran Babinsa di tengah petani bukan sekadar simbol pendampingan, melainkan wujud nyata keterlibatan TNI dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah binaan. Dengan penuh semangat, Sertu Narko memastikan setiap tahapan pengemasan berjalan lancar dan tertata rapi.

“Kami hadir bukan hanya saat kondisi sulit, tetapi juga dalam setiap proses pembangunan desa, termasuk mendukung para petani. Ketahanan pangan berawal dari sawah-sawah masyarakat. Jika petani kuat, desa pun akan kuat,” ujar Sertu Narko.

Ia menegaskan, membantu warga bukan hanya tentang pekerjaan fisik semata, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan mempererat komunikasi sosial antara TNI dan masyarakat.

Sementara itu, pemilik padi, Hajril Paputungan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Babinsa yang turut membantu hingga tahap akhir pasca panen. Menurutnya, kehadiran aparat teritorial tersebut memberikan motivasi tersendiri bagi para petani untuk terus produktif dan menjaga kualitas hasil pertanian mereka.

Semangat kebersamaan yang tercermin di Desa Motabang menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani semata, tetapi hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi seperti ini, harapan akan desa yang mandiri dan kuat di sektor pertanian semakin nyata di Bumi Totabuan.***

. .

Tinggalkan Balasan

sbobet88