KLIK24.NEWS Tomohon – Pemanfaatan energi listrik secara produktif terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal ini ditunjukkan oleh Kelompok Usaha Mikro Kecil (UMK) Pangi Farm di Tomohon yang berhasil meningkatkan produktivitas hingga meraih omset jutaan rupiah per bulan setelah mendapatkan dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT PLN (Persero).
Melalui program tersebut, PLN menghadirkan berbagai fasilitas budidaya ayam berbasis listrik yang modern dan efisien. Bantuan yang disalurkan oleh PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) melalui PLN UP3 Manado mencakup kandang modern, sistem pemanas induksi elektrik (electric brooder), pencahayaan otomatis, hingga mesin penetas telur berbasis listrik.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi Creating Shared Value (CSV) yang menitikberatkan pada pemanfaatan listrik untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya memastikan pasokan listrik andal, tetapi juga mendorong pemanfaatan listrik untuk sektor produktif seperti peternakan. Keberhasilan Pangi Farm menjadi bukti bahwa listrik dapat menjadi motor penggerak ekonomi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan teknologi listrik mampu menekan angka kematian bibit ayam sekaligus mempercepat masa panen. Selain itu, sistem pemanas listrik dinilai lebih stabil dan aman dibandingkan metode konvensional, sehingga kualitas ayam yang dihasilkan lebih baik dan memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Sebelum menerima bantuan TJSL, Pangi Farm menghadapi berbagai kendala, mulai dari tingginya biaya pakan hingga risiko kematian bibit akibat suhu kandang yang tidak stabil. Namun sejak penerapan teknologi berbasis listrik pada 2025, kapasitas produksi meningkat signifikan dan lebih konsisten.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menambahkan bahwa PLN juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada kelompok usaha, tidak hanya dalam bentuk bantuan alat, tetapi juga edukasi manajemen usaha dan keselamatan instalasi listrik.
“Kami melihat potensi besar sektor peternakan di Tomohon. Dengan sistem pengatur suhu dan pencahayaan yang stabil, produksi dapat tetap terjaga meskipun dalam kondisi cuaca ekstrem,” jelasnya.
Keberhasilan Pangi Farm diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani dan peternak lainnya di Sulawesi Utara untuk mulai mengadopsi teknologi berbasis listrik dalam meningkatkan produktivitas usaha.
Hingga Maret 2026, PLN UID Suluttenggo terus memperluas implementasi program TJSL yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal. Capaian Pangi Farm menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor industri dan masyarakat mampu menciptakan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi di Bumi Nyiur Melambai.***



.
.







.







