Warna  

Eskalasi Konflik, Perkembangan Terkini Peperangan antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza

KLIK24.NEWS – Eskalasi Konflik, Pejuang Hamas dan Israel kembali meletus di Jalur Gaza sejak akhir pekan lalu, menimbulkan peningkatan tajam jumlah korban di pihak tentara Israel. Meskipun adanya kesepakatan gencatan senjata sementara, pertempuran kembali pecah, menghancurkan harapan akan perdamaian yang berkelanjutan.

Kesepakatan Gencatan Senjata dan Pertukaran Tahanan Sebelum pecahnya kembali pertempuran, kedua belah pihak sepakat untuk gencatan senjata selama tujuh hari. Selama periode ini, terjadi pertukaran tahanan yang signifikan. Pembebasan sandera menjadi syarat mutlak bagi kedua belah pihak untuk sementara waktu menghentikan serangan di Gaza.

BACA JUGA : Kisah Mengagumkan Uwais al-Qarni, Pemuda yang Diakui oleh Rasulullah

Eskalasi Konflik Setelah gencatan senjata, konvoi militer Israel, termasuk tank dan Pengangkut Personil Lapis Baja (APC), mundur dari Gaza dan kembali ke Israel pada 24 November 2023. Namun, ketegangan kembali meningkat, memicu kembalinya pertempuran.

Pejuang Hamas mengonfirmasi pejuangnya terlibat dalam bentrokan dengan pasukan Israel sekitar 2 kilometer di selatan Khan Younis. Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengakui adanya perlawanan dari Hamas, menyatakan bahwa pasukan Israel sedang menghadapi Pejuang Hamas dan mengambil tindakan mematikan terhadap mereka. Sayangnya, jumlah korban jiwa di pihak tentara Israel meningkat signifikan, dengan 76 tentara dilaporkan tewas selama operasi di Gaza.

BACA JUGA : Bolaang Mongondow Jejak Sejarah, Transformasi, dan Kekayaan Budaya dalam Perjalanan Menuju Modernitas

Di tengah konflik yang berlanjut, warga Gaza semakin takut akan kemungkinan serangan darat Israel yang dapat meluas ke wilayah selatan. Tank militer Israel dilaporkan telah memblokade jalan antara Khan Younis dan Deir al-Balah di Gaza tengah, menimbulkan kekhawatiran akan perluasan konflik ke daerah tersebut.

Seiring eskalasi situasi, prospek gencatan senjata yang berkelanjutan dan perdamaian di wilayah tersebut tetap tidak pasti. Pertempuran Pejuang Hamas dan Israel terus berlanjut, dengan kedua belah pihak berjuang untuk mengendalikan dan menegaskan posisi mereka di tengah kompleksitas geopolitik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *